Jumat, 26 Agustus 2016

laporan pemotongan hewan qurban



LAPORAN PENGAMATAN
PT 135 MUTU DAN KEAMANAN PANGAN HASIL TERNAK








PEMOTONGAN HEWAN QURBAN IDUL ADHA 1436M



Disusun oleh :

Fajri Maulana : 1410621025





FAKULTAS PETERNAKAN
SAMESTER GANJIL







KATA PENGANTAR

            Segala  puji  hanya  milik  Allah SWT.  Shalawat  dan  salam  selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW.  Berkat  limpahan rahmat dan karunianya penyusun  mampu  menyelesaikan  tugas  makalah ini guna memenuhi tugas  mata kuliah Mutu Dan Keamanan Pangan Hasil Ternak.
            Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua serta dosen pengampu mata kuliah, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi dapat teratasi.
            Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang cara penyembelihan hewan qurban serta mengetahui permasalahan tentang penyembelihan hewan qurban penulis sajikan berdasarkan pengamatan lapangan serta dari berbagai sumber informasi, referensi, dan berita. Makalah ini di susun oleh penulis dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penulis maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat penulis selesaikan.
            Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa atau mahasiswi Universitas Andalas. penulis sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna karna ilmu penulis yang terbatas serta referensi yang kurang tentang judul ini. Untuk itu,  kepada  dosen  pembimbing dan pembaca yang budiman penulis meminta  masukannya  demi  perbaikan  pembuatan  makalah  penulis  di  masa  yang  akan  datang.
Payakumbuh, September 2015

     Penulis


DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL..................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................... iii
BAGIAN I    PENDAHULUAN
I.I      Latar belakang...................................................................................... 4....
I.II    Tujuan pratikum.................................................................................... 4....     
I.III   Ruang lingkup...................................................................................... 4
I.IV   Metode penulisan................................................................................. 4
I.V    Penjelasan dan asal qurban.................................................................... 5
I.VI   Keterangan waktu dan penyelengaraan qurban.................................... 5
I.VII Jumlah qurban....................................................................................... 5    
BAGIAN II   PROSEDUR DAN TEKNIK
II.I   Asal hewan qurban................................................................................. 6
II.II  Prosedur dan teknik penyembelihan qurban.......................................... 7
II.III  Pengemasan dan pembagian daging qurban........................................ 8
BAGIAN III    PEMBAHASAN
III.I    Keamanan daging qurban.................................................................... 9
III.II   Keterangan kesehatan hewan qurban................................................ 10
III.III  Penanganan limbah qurban............................................................... 10
III.IV  Landasan Qur’an tentang qurban................................................ 11-12
BAGIAN IV   PENUTUP
IV.I   Kesimpulan......................................................................................... 13
IV.II  Saran.................................................................................................. 13
LAMPIRAN............................................................................................... 14....
DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 15





BAGIAN I
PENDAHULUAN

I.I    LATAR BELAKANG
 Mutu dan keamanan pangan meneliti dan mengamati berbagai kandungan yang ada dalam pangan terutama pangan hasil ternak yang dapat mempengaruhi kesehatan konsumen jika didalam pangan hasil ternak tersebut terdapat bakteri patogen.
Pada penyembelihan hewan ternak banyak hal yang harus di perhatikan untuk meminimalisir cemaran atau kontaminasi bakteri patogen pada daging. pencemaran daging dapat di bagi beberapa yaitu diantaranya pencemaran fisik, pencemaran kimia dan pencemaran biologi.
Untuk itu kita harus memperhatikan teknik dan cara penyembelihan hewan qurban yang tujuanya meminimalisir kontaminasi bakteri patogen yang dapat mambahayakan kita para konsumen.

I.II  TUJUAN PRATIKUM
Untuk mengetahui kehigenisan suatu daerah atau tempat yang menyelenggarakan qurban dalam proses penyembelihan hewan qurban pada hari raya Idul Adha.

I.III RUANG LINGKUP
Ruang lingkup makalah ini yaitu prosedur dan teknik penyembelihan hewan qurban serta hal – hal yang dapat menyebabkan cemaran fisik, kimia dan biologi.

I.IV METODE PENULISAN
Metode pembahasan yang digunakan penulis dalam menyusun makalah ini adalah melakukan pengamatan kelapangan.




I.V   PENJELASAN QURBAN DAN TEMPAT QURBAN
Qurban adalah binatang ternak yang di sembelih pada hari Idul Adha untuk menyemarakkan hari raya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.
Berqurban merupakan salah satu syiar islam yang di syariatkan berdasarkan berdasarkan dalil Al-Quran, Sunnah Rasulullah dan Ijma.
”Maka shalatlah kamu karena rabbmu dan sembelihlah qurban” (QS.Alkautsar:2).
Tempat  penyelenggaraan qurban yang penulis lakukan pengamatan adalah :
            Lokasi                         : Masjid Nurul Huda.
Kelurahan        : Kubu Gadang.
Kecamatan      : Payakumbuh Utara.
Kota                : Payakumbuh.
Propinsi           : Sumatera Barat.

I.VI  KETERANGAN WAKTU DAN PENELENGGARAAN QURBAN
Qurban di Kelurahan Kubu Gadang tepatnya di Masjid Nurul Huda
di selenggarakan pada :
Tanggal / hari              : 24  September 2015.
Jam                              : 10.30 WIB.

I.VII  JUMLAH QURBAN
Jumlah hewan qurban di Kelurahan Kubu Gadang tepatnya di Masjid Nurul Huda yaitu berjumlah 18 ekor sapi yang mana semua jenis sapi qurban adalah betina yang masih produktif  di jadikan indukan untuk perkembangbiakan tenak.
Ternak jenis kambing tidak ada di qurbankan pada qurban kali ini hari Kamis tanggal 24 September 2015 Kelurahan Kubu Gadang tepatnya di Masjid Nurul Huda.




BAGIAN II
PROSEDUR DAN TEKNIK

II.I       ASAL HEWAN QURBAN
Hewan qurban di datangkan dari salah satu peternakan di Kecamatan Suliki Kabupaten Lima Puluh Kota sebanyak 18 ekor tetapi sebelumnya hewan qurban tersebut telah di pesan terlebih dahulu oleh ketua panitia umum penyelenggara qurban Masjid Nurul Huda dua bulan sebelum hari raya Idhul Adha. Peternakan tersebut mengantarkan hewan qurban sapi di tambah dengan empat karung rumput untuk pakan hewan qurban sampai saat akan disembelih, hewan qurban tersebut sampai satu hari sebelum hari raya Idul Adha tepatnya jam 04.00 WIB, tanggal 23 September 2015 ke Masjid Nurul Huda tempat yang menyelenggaraan qurban.
Panitia penyelengara qurban Masjid Nurul Huda membuat beberapa kelompok dan melakukakan pembagian tugas :
1.    Panitia umum fungsinya adalah mengumpulkan dana mencari hewan qurban dan menyediakan alat – alat serta kebutuhan lain yang diperlukan untuk qurban.
2.    Panitia pengawas fungsinya adalah mengawasi jalannya qurban.
3.    Pekerja umum fungsinya adalah menjaga ternak qurban  sebelum penyembelihan, malakukan penyembelihan dan penimbangan daging qurban.











II.II     PROSEDUR DAN TEKNIK PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN
Penyembelihan adalah cara yang dapat menghalalkan suatu hewan untuk dikonsumsi yang dilakukan dengan cara menusuk leher hewan sehingga mati, meyembelih atau melukai. Penyembelihan dilakukan oleh pekerja umum yang telah di tunjuk oleh panitia umum penyelenggara qurban Masjid Nurul Huda.

Teknik penyembelihan hewan sebagai berikut
1.        Mengikat keempat kaki dan membaringkan hewan qurban dengan posisi perut kiri di bagian bawah.
2.        Menggunakan golok yang tajam untuk penyembelihan hewan qurban.
”Hendaknya kalian mempertajam pisau dan menyenangkan sembelihnya.”
(HR. Muslim).
3.        Menghadapkan hewan qurban kearah kiblat sedangkan kepala di sebelah selatan.
4.        Menginjakan kaki pada bagian leher sebelum dilakukan penyembelihan pada hewan qurban.
5.        Membaca bismillahirrahmanirrahim dan mengumandangkan takbir saat mulai penyembelihan hewan qurban.
6.        Memutuskan jalan makan (oeshopagus), memutuskan jalan pernafasan (trachea) dengan sekali tekan atau tanpa menggangkat pisau dari leher.
7.        Pada saat penyembelihan hewan qurban darah di alirkan pada lubang yang telah di sediakan dan memastikan hewan tersebut benar – benar mati sebelum menguliti dan memisahkan karkas hewan qurban tersebut.
                                                                                








II.III  PENIMBANGAN DAN PENGEMASAN DAGING QURBAN
Dari tempat penyembelihan setelah mengkuliti, daging qurban tersebut di pidahkan ke depan Masjid Nurul Huda disitu telah dipasang tenda dan lantai di alasi dengan terpal oleh panitia qurban Masjid Nurul Huda disitu semua karkas dikumpulkan untuk pemisahan daging dari tulang dan pencincangan tulang menjadi kecil - kecil.
 Akhir dari prosedur qurban adalah daging qurban di bagikan kemasyarakat sebelum itu daging qurban di timbang terlebih dahulu disini ada sedikit perbedaan pembagian daging qurban antara peserta qurban dengan masyarakat umum dimana peserta qurban memperoleh daging qurban sebanyak 2,5 kg sedangkan masyarakat umum memperoleh daging qurban sebanyak 1,5 KG ditambah tulang 0,5 kg jadi masyarakat umum memperoleh 2 kg daging beserta tulang qurban.
Setelah proses penimbangan dan pengemasan daging qurban dikemas kedalam kantong plastik kamudian daging di kumpulkan pada suatu tempat setelah semua proses selesai tinggal pembagian daging qurban kepada masarakat, sehari sebelum Idul Adha kupon pengambilan daging telah di bagikan kepada masyarakat sebagai syarat pengambilan daging qurban yang mana satu keluarga mendapatkan satu kupon, daging qurban di bagikan oleh panitia qurban Mesjid Nurul Huda secara bergiliran kepada masyarakat.













      BAGIAN III
PEMBAHASAN

III.1     KEAMANAN DAGING QURBAN
DITINJAU DARI
I.         Higenis secara fisik
Kebersihan tempat pemotongan dan penguliti harus dijaga karna bisa menyebabkan cemaran fisik, jangan sampai daging hewan qurban  bersentuhan langsung dengan tanah karna di tanah banyak terdapat bakteri patogen yang dapat mengganggu kesehatan kita para konsumen.
Salah satu tempat qurban yang penulis lakukan pengamatan ditempat tersebut kurang higenis karna pemotongan dan penguliti dilakukan diatas rumput jadi besar kemungkinan terjadinya pencemaran fisik pada daging tersebut karna bersentuhan langsung dengan tanah.

II.       Hegenis secara kimia
Menurut penulis higenis secara kimia di tempat qurban yang penulis lihat, belum bisa dikatakan higenis karna pada saat pengkulitan ada beberapa pekerja yang sambil merokok melakukan tugasnya ada kemungkinan dari abu rokok pekerja yang jatuh ke dalam daging yang membuat daging terkena cemaran kimia dan pengangkutan karkas ke tempat pemisahan tulang dengan daging menggunakan mobil bak terbuka yang lantainya tidak dialasi apapun padahal lantai mobil tersebut sudah berkarat menambah kurang higenisnya penyembelihan qurban di Masjid Nurul Huda.

III.    Higenis secara biologis
Proses penyembelihan dan penguliti hewan qurban Masjid Nurul Huda dilakukan di atas rumput tanpa ada alas yang membatasi tanah dengan hewan qurban hal tersebut membuat kurang higenisnya proses penyembelihan hewan qurban di daerah tersebut dan mempermudahkan bakteri mengkontaminasi daging qurban tersebut.

III.II    KETERANGAN KESEHATAN HEWAN QURBAN
Hewan qurban di Mesjid Nurul Huda berjumlah 18 ekor, yang mana semuanya adalah  sapi betina yang masih produktif.
Jenis – jenis hewan qurban Masjid Nurul Huda yaitu sebagai berikut
1.    Satu ekor sapi Brahman
2.    Satu ekor sapi Angus campuran
3.    Dua ekor sapi Pesisir
4.    Enam  ekor sapi Ongole
5.    Delapan ekor sapi PO campuran
Dari 18 ekor hewan qurban terdapat tiga ternak yang mengalami sakit pada kulitnya seperti kudis dan  gores berdarah pada bagian paha belakang serta perut bagian bawahnya selebihnya sehat tetapi kebanyakan badan ternak sapi tersebut tidak terlalu gemuk cuma beberapa saja yang gemuk.

III.III  PENANGANAN LIMBAH QURBAN
1. Darah hewan qurban
Hanya di buang begitu saja kedalam lubang tempat hewan qurban di sembelih tidak ada masyarakat setempat atau orang peternakan yang memanfaatkan limbah darah hewan qurban tersebut.
2. Tulang hewan qurban
Kepala utuh dari hewan qurban dimanfaatkan oleh penyelenggara qurban untuk masyarakat jika kekurangan daging qurban dan jika daging qurban cukup kepala sapi utuh tersebut di bagikan oleh panitia kepada masyarakat yang mau untuk dikonsumsinya. kayak tulang gigi mungkin di buang saja oleh masyarakat karena tidak bisa dimanfaatkan untuk makanan atau konsumsi masyarakat.
3.    Kulit hewan qurban
Semua kulit hewan qurban dijual yang hasil penjualanya ke penadah untuk biaya rokok dan penjagaan hewan qurban sebelum di sembelih pada hari Idul Adha, penadah kulit menjemput kulit ke tempat qurban yang mana  kulit tersebut akan dijual kembali keindustri sepatu dan jaket di kota Bandung.


III.IV  LANDASAN QUR’AN TENTANG QURBAN

A.      Al Baqarah Ayat 67
Dan (ingatlah), kepada Musa berkata pada kaumnya: “Sesungguhnya Allah menyuruhkamu menyembelih seekor sapi betina.” Mereka berkata ; apakah kamu hendak menjadikan kami sebagai ejekan?” Musa menjawab aku berlindung kepada allah sekiranya menjadi seorang dari orang orang yang bodoh.

B.       Al Baqarah Ayat 68
Mereka berkata, ‘’Mohonkanlah kepada Tuhan mu untuk kami agar dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu.’’ Musa menjawab:
’’ Sesungguhnya Allah berfirman bahwa (sapi) itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda, (tetapi) pertengahan antara itu. Maka kerjakanlah apa yang diperintah kepadamu’’.

C.       Al Baqarah Ayat  69
Mereka berkata : ’’Mohonkanlah kepada Tuhan untuk kami agar dia menjelaskan kepada kami apa warnanya”. Musa menjawab : ‘’Sesungguhnya Allah berfirman bahwa (sapi) itu adalah sapi betina yang kuning tua warnanya, yang menyenangkan orang orang yang memandangnya.’’

D.      Al Baqarah Ayat 70
Mereka berkata, ‘’Mohonkanlah kepada tuhanmu untuk kami agar dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu. (Karena) sesungguhnya sapi itu belum jelas bagi kami insyallahakan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).’’






E.       Al Baqarah ayat 71
Musa menjawab, sesungguhnya Allah berfirman bahwa (sapi) betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan juga untuk mengairi tanaman, sehat dan tanpa belang.’’ Mereka lalu berkata : “Sekarang berulah engkau menerangkan (hal) yang sebenarnya.” Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu.

F.        Al Baqarah  Ayat 72
Dan (ingatlah) ketika kamu membunuh seseorang, lalu kamu tuduh menuduh tentang itu. Tetapi Allah menyingkapkan apa yang kamu sembunyikan

G.      Al Baqarah  Ayat 73
Lalu kami berfirman.’’ Pukulah mayat itu dengan bagian anggota sapi itu!’’demikian lah Allah menghidupkan orang yang telah mati, dan dia memperlihatkan kepadamu tanda - tanda  (kekuasaan-Nya) agar kamu mengerti.

H.      Al Baqarah  Ayat 74
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu itu ada sungai - sungai yang (air) nya memancar dari padanya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada allah. Allah tidaklah lengah terhadap apa ang kamu kerjakan.

I.         Abu said Al Khudri beliau berkata.
 “ Nabi berqurban dengan kibas bertanduk, pejantan, makan dengan warna hitam, melihat dengan warna hitam dan berjalan dengan warna hitam
( HR. Imam Empat, Tarmidzi menyatakannya hasan shahih)”




BAGIAN IV
PENUTUP

IV.I     KESIMPULAN
Qurban adalah binatang ternak yang di sembelih pada hari Idul Adha untuk menyemarakkan hari raya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Penyembelihan adalah suatu cara yang dapat menghalalkan suatu hewan untuk dikonsumsi yang dilakukan dengan cara menusuk leher hewan sehingga mati, meyembelih atau melukai. Cara penyembelihan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memutuskan jalan makan (oeshopagus), memutuskan jalan pernafasan (trachea) dengan sekali tekan atau tanpa menggangkat pisau dari leher.
Pelaksanaan qurban di mesjid Nurul Huda yang dari  cara pemotongan dan pengolahan lainnya sudah sudah sesuai dengan syariah islam.
Tetapi pelaksanaan qurban kurang higenis dari segi fisik, kimia serta biologi karena tempat pembelihan dan pengukuliti dilakukan di atas rumput memperbesar terjadinya cemaran fisik, kimia dan biologis.

IV.II    SARAN
            Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini tentunya masih banyak kelemahan dan kekurangannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubunganya dengan makalah ini. Penulis berharap kepada pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan saran ang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah dikesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis dan khususnya para pembaca yang budiman pada umumnya.






LAMPIRAN
Gambar 1. Di bawa ke pemotongan.
Gambar 2. Hewan di rebahkan.
Gambar 3. Penguliti, cemaran kimia.
Gambar 4. Karkasdi kumpulkan.
Gambar 5. Proses pengemasan.
Gambar 6. Darah tidak dimanfaatkan.
Gambar 7. Kepala di kumpulkan.
Gambar 8. Daging di cincang.
Gambar 9. Perut kena penyakit kulit.
Gambar 10. Kaki luka dan gores.

DAFTAR PUSTAKA

 Muhammad bin S.A.U.2002. Tata qurban menurut tuntunan nabi http://shirotholmustqim.files.wordpress.com (Diakses 24 September, Jam 03.40 WIB)
     Dinas Peternakan. Petujuk teknis pemilihan hewan qurban. http://disnak.pamekasankab.go.id (Diakses 25 September, Jam 09.00 WIB)
Bima.2012. Cara pemotongan dan hukum qurban. http://tebarhewankurban.wordpress.com (Diakses 25 September, Jam 09.24)
 Ariga.2011. Tata cara menyembelih sesuai sunnah. http://www.konsultasisyariah.com (Diakses 26 Septeber, Jam 03.25 WIB)
 2013. Tafsir AlQuran Al Karim. http:// www.tafsir.web.id (Diakses 27 September, Jam 08.50 WIB)